EKONOMI HIJAU DALAM PENGELOLAAN HUTAN: MENGINTEGRASIKAN KEGIATAN REDD+ DAN MEMPERKUAT PERAN MASYARAKAT

Posted by on Sep 14, 2015 in Uncategorized | 0 comments

DISKUSI TERFOKUS

EKONOMI HIJAU DALAM PENGELOLAAN HUTAN: MENGINTEGRASIKAN KEGIATAN REDD+ DAN MEMPERKUAT PERAN MASYARAKAT

Jakarta, 2 Juli 2015

z3 z1 z2

 

 

 

 

 

 

Dalam rangka membahas masalah Ekonomi Hijau Kehutanan: Intergrasi Kegiatan REDD+ dan Penguatan Peran Masyarakat, maka Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan difasilitasi oleh Natural Resource Development Centre (NRDC) mengadakan diskusi tentang ekonomi hijau dalam pengelolaan hutan. Dalam pengantar diskusi Direktur Executive NRDC, Dr. Irsyal Yasman, menyampaikan mengenai investasi mengenai REDD+ yang sangat banyak di dunia luar, sebaiknya masih bisa kita manfaatkan. Kita tarik dalam kegiatan ekonomi, dan meningkatkan peran masyarakat. Kehutanan harus menyesuaikan kegiatan-kegiatannya dengan memperhatikan kepentingan rakyat/masyarakat. Dirjen PHPL (Direktur Jenderal PHPL) Dr. I.G. Putera Pratama, menyadari bahwa “green economy” menjadi konsep  yg sedang booming, sedang inGreen economy, salah satu terminology: green investment, green infrastucture – 3 komponen: low carbon, energy efficiency & inclusivenessKehutanan memahami: ecological frendlysocially acceptableeconomically viable, diharapkan NRDC – FGLG terus menjadi think-thank and pressure agent untuk pengambil keputusan.Term lain yang sedang ‘in’ juga adalah landscape approach: pencarian solusi menjembatani lintas sektoral, solusi yang menjembatani antar sektor untuk mendapatkan optimal output . dalam tataran lebih teknis – multiple objectives . Di DPR, kehutanan masih dianggap hanya sebagai sumber ekonomi, tidak melihat fungsi-fungsi lainnya. Konsep green economy mempunyai tantangan besar karena kita menargetkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan dibarengi juga dengan pertambahan emisi karena dari sektor energi kita masih menggunakan enersi  fosil. Namun ada teknologi yang diharapkan dapat menurutkan emisi, juga pemilihan energi terbarukan yang berbasis biofuel/biomassa. Ada beberapa pertanyaan kunci yang disampaikan oleh Moderator Dr. Boen Purnama  kepada semua peserta  diskusi   adalah :

  • Apakah sektor kehutanan masih dapat memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan di tengah tuntutan fungsi lingkungan yang semakin menguat? Apakah sistem pengelolaan hutan produksi saat ini (IUPHHK; Hkm, HTR, sebagaimana RKTN) masih relevan atau perlu dirubah?
  • Apakah penerapan REDD+ dapat sejalan dengan kegiatan pemanfaatan hutan? Apa yang harus dilakukan?
  • Apakah fungsi sosial hutan sebagaimana yang diamanahkan dalam UU 41/1999 (selain fungi ekonomi, dan fungsi ekologi) sudah berjalan sebagaimana yang diharapkan? Apa kelemahan dan kekuatan penanganan masalah sosial (termasuk kemitraan), dalam sistem pengelolaan hutan di Indonesia?
  • Jika masyarakat harus berperan dalam pembangunan ekonomi hijau maka pemerintah harus menciptakan kondisi pemungkin untuk dapat mewujudkannya. Apa kondisi pemungkin yang diperlukan?

Apakah KPH dapat menjawab tantangan pengelolaan hutan produksi di Indonesia? Bagaimana keterlibatkan masyarakat dalam KPH dalam pengelolaan hutan?

z4

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>